BBPP Kupang Adakan Rakor Stakeholders READ di Perbatasan Negara

Editor : M. Abdul Aziz

Published : Jum'at, 17 Nopember 2017, 10:01:21 am

 

Keterangan Gambar: Berdiri, dari kiri ke kanan, Kepala BP4K Kab. Kupang; Kepala BBPP Kupang, Dr. Ir. Adang Warya, MM; Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Dr. Ir. Widi Hardjono, M.Sc; dan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Belu

Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Stakeholders Replikasi Program READ (Rural Empowerment and Agriculture Development) Tahun 2017 Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, dari tanggal 14 – 15 Nopember 2017 bertempat di Aula Brahman BBPP Kupang.

Program Pemberdayaan Perdesaan dan Pembangunan Pertanian atau Rural Empowerment and Agricultural Development Program (READ Program) merupakan program yang dipersiapkan dan dirumuskan bersama-sama antara the International Fund for Agricultural Development (IFAD) dengan Pemerintah Indonesia. Pada Tahun 2017, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian mereplikasi Program READ ke wilayah pengembangan perbatasan, yang dalam hal ini dipilih Proviinsi Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Negara Timor Leste, yaitu Kabupaten Belu dan Malaka.

Kegiatan Pertemuan Koordinasi Stakeholders READ bertujuan: 1). mengevaluasi kegiatan READ semester I; 2). merencanakan kegiatan READ semester II; dan 3) meningkatkan koordinasi antara stakeholders kegiatan READ. Peserta Pertemuan Koordinasi dihadiri 60 (enam puluh) orang terdiri dari:

1. Puslatan, BPPSDMP sebanyak 5 orang;
2. BPTP NTT sebanyak 1 orang;
3. Kab. Kupang (Kepala Badan, konsultan, supervisor, dan fasilitator) sebanyak 10 orang;
4. Kab. Belu (Kepala Dinas, konsultan, supervisor, dan fasilitator) sebanyak 22 orang;
5. BBPP Kupang sebanyak 24 orang.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dr. Ir. Widi Hardjono, M.Sc membuka kegiatan secara resmi kegiatan ini pada hari Selasa, 14 Nopember 2017. Dalam arahannya dikatakan bahwa Program READ di Provinsi NTT fokus pada pemberdayaan rumah tangga di pedesaan dengan keterampilan, percaya diri, dan pemanfaatan hasil-hasil produksi pertanian untuk meningkatkan pendapatan dan penghidupan petani secara berkelanjutan melalui pendekatan program yang terukur.

Lebih lanjut disampaikan, Replikasi Program READ di NTT di bawah koordinasi BBPP Kupang tidak hanya akan melanjutkan program READ sebelumnya yang tergolong berhasil di 5 (lima) Kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah yaitu Kabupaten Buol, Parigi Moutong, Banggai, Toli-Toli, dan Poso. Akan tetapi, berdasarkan indikator keberhasilan, Replikasi READ akan melakukan pendekatan sesuai dengan wilayah geografis lainnya dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk memperbaiki mata pencaharian kaum miskin perdesaan.

Sementara itu, Kepala BBPP Kupang, Dr. Ir. Adang Warya, MM mengatakan bahwa BBPP Kupang akan berupaya meningkatkan kompetensi petani, teknologi pertanian tepat guna, dan pemanfaatan sumber daya alam. Kegiatan dikelompokkan menjadi tiga komponen yang saling terkait yakni pembangunan pertanian dan mata pencaharian desa, pelayanan, masukan dan keterkaitan pasar, dan dukungan pengembangan kebijakan dan strategi.