Koordinasi Tim Pemberitaan BPPSDMP

Editor : M. Abdul Aziz

Published : Kamis, 19 Mei 2017, 11:55:14 am

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) memahami betul pentingnya komunikasi publik dalam memberikan pemahaman bahwa negara hadir di tengah masyarakat. Terbentuknya Tim Pemberitaan di BPPSDMP merupakan salah satu bukti usaha nyata dalam meningkatkan keterbukaan informasi publik mengenai kinerja Kementerian Pertanian.

Dalam arahannya Kepala BPPSDMP, Ir. Pending Dadih Permana, M.Ec.Dev., menekankan bahwa 3 pilar penyangga Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu (GPTT) yaitu penyuluhan, pendidikan, dan pelatihan harus terkomunikasikan dengan baik sehingga tim pemberitaan dapat menjadi agen pemberi input yang baik untuk pemerintah hadir memberikan opini positif.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Agung Hendriardi, M.Eng., mengutip arahan Presiden Joko Widodo mengingatkan kembali bahwa humas dengan paradigma baru harus mempunyai mindset bahwa rakyat perlu informasi yakni informasikan apa yang  sudah, sedang, dan akan dikerjakan secepatnya. Humas harus proaktif membangun agenda setting, dan hendaknya tidak reaktif. Humas harus memberi respon cepat pada saat ada permasalahan.

Lebh dalam lagi Agung Hendriardi menambahkan bahwa dalam Sistem Konumikasi Publik Kementerian Pertanian, Humas mempunyai fokus pada pesan kunci Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani. Selain itu, membaca, mendengar, dan melihat akan menjadi alat kehumasan dalam menguasai isu-isu terkini. Tingkat pemahaman humas akan isu-isu terkini akan dapat memformulasikan informasi faktual dan tersinergi sehingga Kementerian Pertanian hadir di tengah masayarakat. Lalu dari segi penyampaian informasi selain mengemas informasi dengan cerdas, kreatif, dan inovatif. Humas juga harus mampu mnyebarkan informasi melalui media yang mempunyai karakteristik tingkat kemungkinan untuk diakses, kemungkinan untuk diingat dan kemungkinan untuk dibagikan. Humas juga harus mempunyai layanan yang responsif dan menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Humas harus mampu membuat rekomendasi ke pimpinan dan yang terakhir adalah humas mampu meningkatkan informasi dan kerjasama dengan stakeholder.

Pada sesi akhir kegiatan diisi mengenai Siaran Pers Dambaan Media oleh Direktur Pemberitaan Media Indonesia, Usman Kansong. Disebutkan bahwa menulis siaran pers harus berdasarkan kaidah jurnalistik. Kaidah jurnalistik yang harus menjadi dasar penulisan siaran pers sekurang-kurangnya meliputi: memenuhi prinsip penulisan berita, mengandung nilai berita, memilih angle yang paling menarik, dan menentukan judul yang menarik.