Informasi Peringatan Dini

Mengenai informasi publik serta merta telah diatur dalam Pasal 10 Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), disebutkan bahwa (1) Badan Publik wajib mengumumkan secara serta-merta suatu informasi yang dapat mengancam hajat hidup orang banyak dan ketertiban umum; (2) Kewajiban menyebarluaskan informasi publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan dengan cara yang mudah dijangkau oleh masyarakat dan dalam bahasa yang mudah dipahami.

Penyampaian informasi serta merta mengenai bencana alam dan non alam merupakan salah satu tindakan antisipasi, bukan untuk menakut-nakuti masyarakat. Selain itu, informasi yang disampaikan tersebut merupakan kewajiban, sebagai wujud pemenuhan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi seperti diperintahkan dalam Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.

Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang sebagai lembaga publik yang mempunyai tugas melaksanakan pelatihan di bidang peternakan bagi aparatur dan non aparatur pertanian, telah menyediakan informasi publik yang serta merta antara lain sebagai berikut:

A. Informasi tentang peringatan dini terhadap bencana alam dan non alam
Informasi tentang peringatan dini (early warning information) di BBPP Kupang selengkapnya dapat didownload pada link dibawah ini,
Download: /pic/Informasi_Peringatan_Dini_BBPPKupang-477.pdf

B. Informasi tentang prosedur evakuasi keadaan darurat
Informasi tentang prosedur evakuasi keadaan darurat di BBPP Kupang selengkapnya dapat di download pada link di bawah ini,
Download: /pic/Prosedur_Evakuasi_Darurat-477.pdf

C. Informasi tentang penyakit endemik
Penyakit endemik adalah suatu penyakit yang menyerang wilayah geografis atau kelompok populasi tertentu. Penyakit endemik masih berdampak luas terutama pada masyarakat di negara berkembang. Hal ini antara lain berkaitan dengan pembangunan yang kurang merata, serta tindakan pencegahan dan pengobatan yang sulit dijangkau.

Secara global, organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) berupaya untuk membantu melakukan pencegahan penyakit, sekaligus membantu membuka akses kesehatan lebih luas, guna meningkatkan upaya menangani kasus-kasus penyakit endemik di dunia, termasuk Indonesia.

Penyakit endemik adalah suatu wabah penyakit yang umum terjadi pada masyarakat di suatu komunitas atau kelompok populasi tertentu. Penyakit endemik juga merupakan suatu infeksi yang menular kepada orang-orang dan jumlahnya bertambah secara terus menerus.

Penyakit endemik masih berdampak luas terutama pada masyarakat di negara berkembang. Hal ini antara lain berkaitan dengan pembangunan yang kurang merata, serta tindakan pencegahan dan pengobatan yang sulit dijangkau. Secara global, organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) berupaya untuk membantu melakukan pencegahan penyakit, sekaligus membantu membuka akses kesehatan lebih luas, guna meningkatkan upaya menangani kasus-kasus penyakit endemik di dunia, termasuk Indonesia.

Adapun Macam-macamnya antara lain sebagai berikut:

1. Penyakit anthrax
Anthrax merupakan penyakit hewan yang dapat menular pada manusia dan bersifat akut. Penyebabnya adalah bakteri Bacillus anthracis. Penularannya bisa melalui kontak langsung spora yang ada di dalam tanah, tanaman, maupun bagian dari hewan sakit itu sendiri (kulit, daging, tulang atau darah). Penyakit anthrax termasuk kelompok penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia (zoonosis). Penyakit ini paling sering menyerang hewan ternak seperti sapi, kambing, kuda dan babi. Bila situasi lingkungan cocok bagi pertumbuhan kuman, misalnya karena tergenang air, bacillus anthracis akan mudah muncul dan menyerang hewan dan bersifat bahaya laten (kondisi dimana keadaan menjadi sangat berbahaya bila benar-benar terjadi karena dapat menginfeksi para binatang ternak dan menyebabkan penularan pada manusia).
Upaya pencegahan:
• Menghindari kontak langsung dengan bahan atau makanan yang berasal dari hewan yang dicurigai terkena anthrax.
• Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan.
• Mencuci buah-buahan atau sayur-sayuran sebelum dimakan.
• Memasak daging sampai matang sempurna.
• Melakukan vaksinasi anthrax dengan cara yang selektif (melalui proses seleksi)

2. Penyakit demam berdarah (DB)
Demam berdarah adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, seperti Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Penyebab utama penyakit demam berdarah adalah virus dengue, yang merupakan virus dari famili Flaviviridae.
Upaya pencegahan:
• Membersihkan saluran pembuangan limbah, drainase, dan sampah.
• Mungubur barang-barang bekas yang menjadi habitat perkembangan jentik-jentik nyamuk.
• Menjaga kebersihan lingkungan.

3. Penyakit flu burung
Flu burung adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza. Penularan virus ini melalui hewan ternak seperti: ayam, itik, burung dan unggas. Virus ini hidup dalam saluran pencernaan dan dikeluarkan bersama kotoran. Penularan terjadi dari kotoran secara oral atau melalui saluran pernapasan. Gejalanya adalah seperti terkena flu biasa, yang ditunjukkan dengan batuk, demam, lemas, sakit kepala, nyeri otot, sesak, beringus, sakit tenggorokan, sesak napas yang terkadang disertai dengan diare, tetapi kondisinya cepat menurun drastis. Serangan yang lebih berat umumnya diiringi dengan radang tenggorokan dan mual. Masa inkubasi flu ini berlangsung sekitar 1-2 hari.
Upaya pencegahan:
• Mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir sebelum dan sesudah melakukan suatu pekerjaan.
• Menjaga kebersihan lingkungan.
• Rajin membersihkan diri.
• Menggunakan masker atau kacamata khusus pada saat berhubungan dengan hewan ternak yang rentan terkena flu burung.
• Membakar atau menanam kotoran unggas.
• Mencuci alat-alat yang digunakan dalam peternakan dengan desinfektan.
• Mengonsumsi daging unggas yang telah dimasak dengan suhu 8000 derajat celcius selama satu menit, sedangkan telur unggas dipanaskan dengan suhu 6400 derajat celcius selama lima menit.

4. Penyakit malaria 
Malaria merupakan penyakit infeksi yang tidak hanya menyerang manusia melainkan mahluk hidup lainnya seperti unggas, hewan primata (contoh: kera, simpanse), hewan melata (contoh: ular, kadal) bahkan hewan pengerat (contoh: tikus, landak). Secara epidemiologi, infeksi malaria terhadap manusia dapat menyerang tanpa memandang usia dan jenis kelamin karena penularan penyakit malaria merupakan penyakit infeksi yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles yang membawa mikroorganisme uniselular berupa protozoa parasit yang tergolong dalam golongan plasmodium. Gejalanya adalah demam yang menggigil, muka pucat, dan pembesaran organ.
Faktor yang dapat menyebabkan penyebaran malaria antara lain:
• Pertumbuhan penduduk yang cepat.
• Migrasi (perpindahan penduduk).
• Sanitasi (pembudayaan hidup bersih) yang buruk.
• Pembukaan lahan yang baru.
Upaya pencegahan:
• Memakai obat pengusir nyamuk.
• Menjaga kebersihan lingkungan.

(Admin BBPP Kupang, 31 Maret 2017)