Gerakan Tanam Serempak Demi Wujudkan Swasembada Padi di NTT

 

Sumba Timur - Kementerian Pertanian optimis dapat mewujudkan swasembada padi di Nusa Tenggara Timur pada tahun 2016 sehingga bisa menjadi menjadi lumbung beras di daerah perbatasan untuk diekspor ke negara tetangga, Timor Leste. Untuk mewujudkan upaya ini, Kementerian Pertanian melalui Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Pertanian dan Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, Apri Handono, MM bersama Kodam IX/Udayana, pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah daerah melakukan percepatan tanam melalui Pencanangan Giat Tanam Serempak di Desa Tanaraing, Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur, Kamis (22/9).

Lahan pertanian ini sebelumnya merupakan lahan terlantar. Namun dengan program upaya khusus melalui cetak sawah dan percepatan tanam, menjadi lahan pertanian yang dapat ditanami padi, jagung dan kedelai serta hortikultura. Cetak sawah baru di Sumba Timur sampai saat ini sdh mencapai 91 persen (313 ha).

“Pencanangan giat tanam serempak ini bertujuan agar luas tambah tanam April-September 2016 mencapai 100 persen yaitu 70.384 hektar,” ujar Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur, Ani Andayani

Sementara luas tambah tanam sampai dengan 20 September 2016 telah mencapai 63.491 hektar atau 90,2 persen, sehingga masih ada sedikit kekurangan luas tanam yang harus diselesaikan.

Menindaklanjuti juga arahan Menteri Pertanian dalam Rapat Koordinasi dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sebelumnya terkait penguatan pangan di daerah perbatasan, NTT dipastikan mampu mewujudkan hal tersebut dengan membangun lumbung pangan.

"Ini dapat dilihat dari apabila periode mendatang Oktober sampai Desember lahan sawah mampu berproduksi dengan baik maka produksi beras NTT siap mendukung pangan di perbatasan untuk ekspor ke negara tetangga," ujarnya.

(Admin BBPP Kupang, 23 September 2016)